Pengertian UPS, Fungsi UPS dan Cara Kerja UPS

UPS: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja

Pengertian UPS, Fungsi UPS, Jenis UPS dan Cara Kerja UPS – Bantu jaga perangkatmu agar tetap stabil, inilah pengertian UPS, fungsi UPS dan cara kerja UPS terbaru dengan penjelasan lengkap.

UPS adalah salah satu perangkat yang biasa digunakan untuk mem-back up aliran listrik. Tapi tak hanya sekadar itu saja, kamu juga perlu tahu pengertian UPS, Fungsi UPS dan Cara Kerja UPS secara lengkap pada uraian berikut ini.

Pengertian UPS

Kepanjangan UPS adalah Uninterruptible Power Supply. Menurut kepanjangannya tersebut, maka UPS artinya perangkat yang menyediakan cadangan baterai ketika daya listrik tidak berfungsi seperti biasanya, contohnya ketika tegangan listrik tidak bisa diterima.

Jenis UPS

Secara garis besar UPS terbagi menjadi dua yaitu UPS kecil dan UPS yang lebih besar. UPS kecil hanya mampu menyediakan daya untuk beberapa menit saja, sedangkan UPS yang lebih besar bisa untuk beberapa jam.

Lebih rincinya, berikut adalah jenis-jenis UPS:

  • Standby UPS atau Offline UPS
  • Line Interactive
  • Online UPS atau Double Conversion

Ketiga tipe tersebut akan beralih ke baterai ketika listrik mati. Perbedaan dari ketiga tipe tersebut terletak pada bagaimana mereka menangani agar tetap dalam keadaan normal.

Sistem Standby UPS akan menggunakan cara peredaman terbatas, sistem Line Interactive akan menggunakan cara memperhalus harmonik yang buruk dan menyesuaikan tegangan, sedangkan sistem Online UPS akan terus menerus meregenerasi daya.

Fungsi UPS

UPS banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki banyak fungsi. Lalu apa fungsi dari UPS? Berikut adalah 8 fungsi dari penggunaan UPS:

1. Perlindungan Power-off

Ketika daya yang disediakan oleh listrik mati atau dimatikan, maka sistem UPS akan segera mengubah daya DC yang ada pada baterai menjadi daya AC untuk memasok beban, guna menghindari ketidaknyamanan serta kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan daya.

2. Stabilisasi Tegangan

Tegangan yang berlebih atau rendah bisa mempengaruhi masa pakai instrumen dan peralatan yang digunakan. Penerapan sistem UPS bisa menyediakan catu daya tegangan yang stabil untuk peralatan pengguna sehingga bisa memastikan operasi peralatan berjalan dengan normal dan bisa memperpanjang masa pakai.

3. Perlindungan Lonjakan

Bisa melindungi dari lonjakan karena sistem daya UPS dirancang dengan pelepasan titik untuk meyerap lonjakan yang terjadi, juga untuk menghindari lonjakan yang bisa berpengaruh pada efisiensi layanan dan masa pakai perangkat.

4. Perlindungan Tegangan Tinggi atau Rendah

Ketika tegangan listrik sering berubah, pengatur tegangan UPS menjaga ketegangan tersebut dalam kisaran aman sehingga bisa memastikan bahwa peralatan masih beroperasi dengan normal.  Ketika tegangannya tinggi atau rendah, otomati sistem UPS komputer akan memulai catu daya baterai untuk pengoperasian peralatan yang berkelanjutan.

5.  Perlindungan Distorsi Harmonik

Daya yang ada harus ditransmisikan ke pengguna melalui saluran transmisi dan distribusa, yang membuat bentuk gelombang tegangan mendistorsi dan terjadi perubahan arus yang mendasar, akibatnya dihasilkan lah harmonik. Harmonik akan mempengaruhi penggunaan peralatan dan sistem UPS akan menanganinya.

6.  Stabilisasi Frekuensi

Frekuensi diartikan sebagai periode perubahan catu daya komersial per detiknya. Frekuensi daya biasanya akan tidak stabil tergantung konsumsi daya yang digunakan oleh penggunanya. Kemudian, UPS akan mengkonversi daya sehingga akan menghasilkan frekuensi yang stabil guna memastikan pengoperasian peralatan yang normal.

7.  Perlindungan Seketika

Lonjakan atau penurunan tekanan kadang terjadi sesaat yang pastnya bisa mempengaruhi keakuratan perangkat. Oleh karena itu, UPS hadir untuk memberikan tegangan yang stabil guna melindungi peralatan.

8. Menahan Kebisingan

UPS melindungi instrumen dan data, memastikan pengopersian perangkat masih normal dan memperpanjang masa pakai tanpa membuat kebisingan mesin yang berlebih.

Cara Kerja UPS

Sebelum mengetahui cara kerja UPS, kamu perlu tahu apa saja yang ada di dalam sistem UPS. Berikut adalah komponen UPS.

  • Rectifier atau charger: menghasilkan daya DC untuk mengisi baterai atau bisa juga untuk memasok inverter.
  • Inverter: menghasilkan daya listrik yang berkualitas dan bebas dari semua gangguan daya utilitas.
  • Baterai: menyediakan waktu cadangan yang cukup untuk memastikan keamanan perangkat.
  • Saklar statis: perangkat semikonduktor yang mentransfer beban dari inverter ke utilitas kemudian kembali lagi.

Untuk cara kerja UPS berbeda-beda tergantung tipenya. Pada pembahasan pengertian UPS tadi telah dibahas bahwa ada 3 tipe UPS yang cara kerjanya adalah sebagai berikut:

1. Cara kerja Standby UPS atau Offline UPS

Prinsipnya inverter terhubung secara paralel dengan input AC dalam keadaan siaga. Dalam operasi mode normal, beban disuplai oleh daya utilitas melalui filter yang menghilangkan gangguan tertentu. Inverter beroperasi dalam mode siaga pasif.

2. Cara kerja mode atau tipe Line Interactive

Prinsipnya inverter terhubung secara paralel dengan input AC dalam keadaan siaga, serta mengisi daya baterai. Dalam operasi mode normal, beban akan disuplai dengan daya yang dikondisikan melalui koneksi paralel dari input AC dan inverter.

Inverter beroperasi untuk menyediakan pengkondisian tegangan atau mengisi daya baterai. Frekuensi keluaran tergantung pada frekuensi masukan AC.

3. Cara kerja UPS Online

Prinsipnya inverter dihubungkan secara seri antara input AC dan Bypass AC input. Dalam operasi mode normal, semua daya yang diuplai ke beban melewati pengisi daya dan inverter yang bersamaan melakukan konversi ganda seperti AC ke DC ke AC.

Itulah tadi artikel tentaang pengertian UPS, fungsi UPS, jenis UPS dan cara kerja UPS yang dapat Blog Klinik Tekno sampaikan. Semoga bermanfaat.

Deni Saputro
Seorang Blogger, Penulis Artikel dan Digital Marketer yang ingin bermanfaat untuk orang lain dengan cara berbagi wawasan lewat tulisan.