Contoh Soal Praktik Jaringan SMK: Skenario, Langkah Kerja, dan Jawaban Singkat – Kalau kamu anak SMK jurusan TKJ (atau yang sekarang sejenisnya), praktik jaringan itu bukan cuma soal hafal teori.
Yang dinilai biasanya adalah cara kerja di lab, ketelitian, dan kemampuan troubleshooting saat hasilnya tidak sesuai harapan.
Nah, biar latihanmu lebih terarah, artikel ini berisi contoh soal praktik jaringan SMK dalam bentuk skenario nyata, lengkap dengan langkah kerja dan jawaban singkatnya.
Aku susun dengan gaya bahasa santai yang tetap rapi, supaya enak dibaca dan gampang dipahami.
Topik yang akan dibahas:
Kenapa latihan soal praktik jaringan itu penting?
Di praktik jaringan, kamu sering ketemu hal seperti:
- IP sudah diisi tapi masih tidak bisa ping
- Bisa ping gateway tapi tidak bisa internet
- DHCP jalan di satu sisi, tapi client sisi lain tidak dapat IP
- VLAN sudah dibuat, tapi antar perangkat tetap nyambung semua (padahal harus terpisah)
Latihan soal model skenario membantu kamu terbiasa berpikir:
cek fisik → cek IP → cek gateway → cek DNS → cek routing → cek firewall/ACL.
Soal 1: Membuat Topologi LAN Sederhana + Uji Koneksi
Skenario:
Di laboratorium ada 1 switch dan 2 PC. Kamu diminta membuat LAN sederhana dan memastikan kedua PC bisa saling terhubung.
Kebutuhan:
- PC1 IP: 192.168.10.2/24
- PC2 IP: 192.168.10.3/24
- Tidak perlu internet
Langkah kerja:
- Sambungkan PC1 dan PC2 ke switch menggunakan kabel UTP (straight).
- Atur IP PC1:
- IP: 192.168.10.2
- Subnet mask: 255.255.255.0
- Atur IP PC2:
- IP: 192.168.10.3
- Subnet mask: 255.255.255.0
- Uji koneksi:
- Dari PC1 jalankan
ping 192.168.10.3 - Dari PC2 jalankan
ping 192.168.10.2
- Dari PC1 jalankan
Jawaban/hasil yang diharapkan:
Ping reply dua arah (4/4 reply). Jika RTO, cek kabel, port switch, dan firewall OS.
Soal 2: Konfigurasi DHCP Server (Router MikroTik/Cisco/Windows Server)
Skenario:
Satu router menjadi DHCP Server untuk jaringan 192.168.20.0/24. Client harus dapat IP otomatis.
Kebutuhan:
- Network: 192.168.20.0/24
- Gateway: 192.168.20.1
- DHCP pool: 192.168.20.10 – 192.168.20.100
- DNS: 8.8.8.8
Langkah kerja umum:
- Pastikan interface LAN router punya IP 192.168.20.1/24
- Buat DHCP pool sesuai range.
- Set gateway dan DNS.
- Colok PC client, set IP ke “Obtain automatically”.
- Cek hasil:
ipconfig(Windows) /ip a(Linux)- Pastikan dapat IP sesuai pool, gateway benar, DNS ada.
Jawaban/hasil yang diharapkan:
Client mendapat IP 192.168.20.10–100, gateway 192.168.20.1, DNS 8.8.8.8.
Soal 3: Sharing Internet (NAT) dari Router ke Client
Skenario:
Router terhubung ke internet melalui WAN, dan client LAN harus bisa browsing.
Kebutuhan:
- WAN: DHCP dari ISP (atau IP dari modem)
- LAN: 192.168.30.0/24
- Gateway LAN: 192.168.30.1
- DNS: 1.1.1.1 dan 8.8.8.8
Langkah kerja:
- Pastikan router mendapat IP WAN dari ISP/modem.
- Set IP LAN: 192.168.30.1/24
- Set DHCP untuk LAN (opsional, bisa statik).
- Aktifkan NAT/masquerade dari LAN ke WAN.
- Uji:
- Ping gateway:
ping 192.168.30.1 - Ping IP publik:
ping 8.8.8.8 - Ping domain:
ping google.com(tes DNS) - Coba browsing
- Ping gateway:
Jawaban/hasil yang diharapkan:
- Ping gateway sukses
- Ping 8.8.8.8 sukses (routing+NAT OK)
- Ping google.com sukses (DNS OK)
Kalau ping 8.8.8.8 sukses tapi domain tidak bisa, biasanya masalah DNS.
Soal 4: Membuat VLAN (Segmentasi Jaringan) di Switch Managed
Skenario:
Ada 2 divisi: TU dan Lab. Mereka harus beda jaringan dan tidak boleh saling akses langsung.
Kebutuhan VLAN:
- VLAN 10 (TU): 192.168.10.0/24
- VLAN 20 (Lab): 192.168.20.0/24
- Port 1–5 untuk TU
- Port 6–10 untuk Lab
- Port trunk ke router di port 24
Langkah kerja (konsep):
- Buat VLAN 10 dan VLAN 20 di switch.
- Set port 1–5 sebagai access VLAN 10.
- Set port 6–10 sebagai access VLAN 20.
- Set port 24 sebagai trunk (tagged) untuk membawa VLAN 10 & 20 ke router.
- Di router, buat sub-interface VLAN:
- VLAN10 IP: 192.168.10.1/24
- VLAN20 IP: 192.168.20.1/24
- Buat DHCP tiap VLAN (opsional).
- Uji:
- PC di VLAN 10 dapat IP 192.168.10.x
- PC di VLAN 20 dapat IP 192.168.20.x
- Coba ping antar VLAN (harus gagal jika diblokir)
Jawaban/hasil yang diharapkan:
Perangkat VLAN 10 dan 20 terpisah. Jika inter-VLAN routing diaktifkan, kamu bisa tambahkan aturan firewall agar antar VLAN tidak saling akses.
Soal 5: Routing Antar Jaringan (Static Routing)
Skenario:
Ada dua router menghubungkan dua jaringan berbeda. PC di jaringan A harus bisa ping PC di jaringan B.
Kebutuhan:
- LAN A: 192.168.1.0/24 (Gateway Router A: 192.168.1.1)
- LAN B: 192.168.2.0/24 (Gateway Router B: 192.168.2.1)
- Link antar router: 10.10.10.0/30
- Router A: 10.10.10.1
- Router B: 10.10.10.2
Langkah kerja:
- Set IP interface LAN dan link antar router sesuai kebutuhan.
- Tambahkan static route:
- Di Router A: route ke 192.168.2.0/24 via 10.10.10.2
- Di Router B: route ke 192.168.1.0/24 via 10.10.10.1
- Set gateway PC:
- PC LAN A gateway 192.168.1.1
- PC LAN B gateway 192.168.2.1
- Uji ping PC A ke PC B.
Jawaban/hasil yang diharapkan:
Ping antar jaringan sukses. Jika gagal, cek:
- gateway PC benar
- static route sudah masuk
- interface link antar router up
- firewall ICMP tidak diblok
Soal 6: Troubleshooting — “Sudah Set IP Tapi Tidak Bisa Ping”
Skenario:
PC1 dan PC2 seharusnya satu jaringan, tapi ping RTO.
Petunjuk pemeriksaan (yang dinilai guru biasanya ini):
- Cek fisik: lampu port switch/router menyala?
- Cek IP: apakah satu subnet? contoh 192.168.10.2/24 dan 192.168.10.3/24
- Cek subnet mask: jangan sampai beda (misal /24 vs /25)
- Cek firewall OS: matikan sementara untuk tes
- Cek kabel: gunakan kabel yang benar dan tes pakai kabel lain
- Cek ARP: ada konflik IP? (dua perangkat pakai IP sama)
Jawaban/hasil yang diharapkan:
Kamu bisa menyebut minimal 4 langkah troubleshooting yang runtut dan logis.
Tips Biar Nilai Praktik Lebih Aman
- Biasakan tulis “konfigurasi awal” sebelum setting: topologi, tabel IP, gateway, DNS.
- Setelah setting, jangan langsung bilang selesai. Selalu lakukan uji ping bertahap:
- ping diri sendiri (loopback)
- ping IP sendiri
- ping gateway
- ping antar perangkat
- ping IP publik
- ping domain
- Kalau ada masalah, jelaskan troubleshooting-nya. Guru sering memberi nilai plus dari proses, bukan cuma hasil.
Penutup
Kumpulan contoh soal praktik jaringan SMK di atas bisa kamu pakai untuk latihan mandiri, latihan kelompok, atau bahan simulasi ujian praktik. Kalau kamu rutin latihan dengan skenario seperti ini, kamu akan lebih siap menghadapi praktik lab karena sudah terbiasa dengan alur kerja dan cara cek kesalahan.


