Perbedaan Fungsi Stabilizer dan UPS

Perbedaan Kegunaan Stabilizer dan UPS

Perbedaan Fungsi Stabilizer dan UPS – Apakah kamu orang yang sering menghabiskan waktu di depan komputer? Tentu, beberapa masalah sering kamu alami, terutama berkaitan dengan listrik.

Tak jarang, kita butuh yang namanya stabilizer atau UPS. Namun, sudah tahu belum kalau ada perbedaan fungsi stabilizer dan UPS? Simak di artikel berikut ini ya!

Apa Itu Stabilizer?

Stabilizer Stavolt Listrik

Stabilizer atau stavolt adalah perangkat yang digunakan pada komputer dengan fungsi untuk menjaga kestabilan tegangan listrik. Perangkat ini biasanya berada di luar dari susunan perangkat komputer itu sendiri. Dengan kata lain, kamu harus menambahkannya sendiri.

Dalam proses bekerja di depan komputer, tak jarang aliran listrik mengalami berbagai fluktuasi. Meskipun fluktuasi aliran listrik terjadi hanya dalam waktu sepersekian detik, tetapi kondisi itu bisa mempengaruhi pasokan listrik ke dalam komputer kita.

Apalagi, kalau ada kejadian atau fenomena alam yang membuat aliran listrik mati atau berubah menjadi lebih besar ataupun kecil. Kondisi tersebut bisa membuat komputer kita mengalami perubahan masukan atau input listrik dari sumbernya.

Perubahan masukan/input tersebut mampu mempengaruhi kinerja komputer dan kemampuan perangkat keras yang berhubungan langsung dengan komputer. Tak jarang, fluktuasi listrik bisa mengakibatkan komputer mengalami hang atau kondisi lainnya yang membahayakan perangkat di dalamnya.

Oleh karena itu, stabilizer bertugas untuk menjaga agar aliran listrik yang masuk ke komputermu lebih stabil. Sehingga, komputermu tetap bisa menyala normal dan perangkat yang ada di dalamnya terjaga keawetannya.

Apa Itu UPS?

Fungsi UPS

UPS merupakan singkatan dari uninterruptible power supply. UPS adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan daya listrik untuk komputer. Bisa dibilang, Perangkat ini berfungsi layaknya sebuah baterai darurat.

Aliran listrik yang masuk ke dalam UPS akan disimpan ke dalam sebuah perangkat seperti baterai. Listrik ini akan disimpan untuk menjadi energi cadangan jika listrik mati dan tidak terhubung ke komputer.

Dengan demikian, komputer kamu akan aman dari mati tiba-tiba yang bisa berpengaruh pada performa harddisk atau perangkat keras yang ada di dalam komputermu.

Akan tetapi, UPS saat ini sudah dilengkapi juga dengan rangkaian mesin yang fungsinya seperti stabilizer. Sehingga, UPS yang banyak beredar saat ini juga bisa berfungsi untuk menstabilkan tegangan yang masuk ke dalam listrik.

Perkembangan teknologi inilah yang membuat perbedaan fungsi stabilizer dan UPS menjadi kurang signifikan. Namun, di sisi lain, hal tersebut membuat ongkos dan tempat menjadi lebih hemat mengingat ukuran stabilizer dan UPS kadang tidak kecil.

Perbedaan Fungsi Stabilizer dan UPS

Dari penjelasan pengertian UPS dan Stabilizer di atas, bisa dibilang kalau perbedaan fungsi stabilizer dan UPS ada dalam hal kegunaannya. Stabilizer lebih berfungsi sebagai penstabil voltase atau tegangan saja tanpa ada kemampuan untuk menyimpan daya sementara.

Sementara UPS memiliki kemampuan untuk menyimpan daya. Namun, baru-baru ini, UPS dan stabilizer kadang digabung dan membuat perangkat tersebut menjadi lebih lengkap. UPS bisa untuk menyimpan daya, sekaligus membuat tegangan yang masuk ke dalam komputer menjadi lebih stabil.

Tips Memilih UPS untuk PC

Nah, jika kamu sudah mengetahui perbedaan fungsi stabilizer dan UPS, mungkin sudah waktunya kamu mengetahui cara memilih UPS untuk PC. Karena UPS saat ini berfungsi juga sebagai stabilizer, ada baiknya kamu tidak membeli keduanya.

Artikel ini akan sedikit memberikan tips memilih untuk PC (personal computer) buat kamu yang ingin mengamankan keawetan dari perangkat-perangkat yang ada di dalam komputermu.

Perhatikan Daya yang Dibutuhkan

Pertama, tips memilih UPS untuk PC yang paling penting adalah memperhatikan daya yang dibutuhkan. Daya yang tidak sesuai akan membuat UPS tidak berfungsi semestinya. Dengan demikian, sebelum membeli, perhatikan daya yang ada di UPS dan perangkatmu.

Jumlah Waktu Pengoperasian

Langkah kedua, perhatikan juga jumlah waktu pengoperasian dari perangkat yang akan kamu pasangi UPS. Ada kalanya kamu menggunakan perangkat dengan waktu yang singkat saat pemadaman. Ada kalanya juga kamu menggunakan perangkat dengan waktu yang lama saat pemadaman listrik.

Nah, dua kondisi ini perlu kamu perhatikan untuk menghindari risiko kerusakan perangkat komputer yang kamu gunakan, khususnya para pegawai kantoran.

Pertimbangkan Fitur UPS yang Tersedia

Sama halnya saat membeli ponsel, UPS juga perlu diperhatikan fiturnya sebelum kamu membeli. Fitur yang kamu gunakan sudah semestinya sesuai dengan tujuan penggunaan dan proses penggunaannya. Dengan demikian, kamu tidak sia-sia saat membeli UPS.

Garansi Produk

Bukan hanya fitur, garansi produk juga perlu kamu perhatikan. Tak jarang, ada beberapa masalah atau kendala yang mungkin terjadi pada UPS karena kesalahan setelan pabrik. Jika kamu tidak memperhatikan garansi yang ada, kamu akan kebingungan saat mengatasi masalah tersebut.

Perhatikan ke mana kamu harus lapor, garansi apa yang diberikan, kapan batas waktunya, dan mekanisme pengajuan garansi agar kamu bisa memastikan produk yang kamu beli benar-benar bermanfaat untuk kamu.

Stop Kontak Antipetir

UPS tidak akan berarti jika stop kontak yang kamu miliki bukan antipetir. Petir memang tak jarang membuat tegangan atau aliran listrik terganggu. Oleh karena itu, kamu harus memastikan kalau stop kontak yang kamu miliki adalah antipetir. Dengan demikian, kamu bisa menggunakan perangkat dan UPS-mu dengan aman.

Akhir Kata

Nah, itu tadi sekilas mengenai perbedaan fungsi dan kegunaan stabilizer dan UPS yang bisa kamu tahu. Selain itu, kami juga memberikan tips memilih UPS untuk PC dan barang elektronik rumah tangga milikmu. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa kamu coba terapkan di rumah.

Deni Saputro
Seorang Blogger, Penulis Artikel dan Digital Marketer yang ingin bermanfaat untuk orang lain dengan cara berbagi wawasan lewat tulisan.