Close Menu
Klinik TeknoKlinik Tekno
  • Elektronik
  • Fintech
  • Gadgets
  • Games
  • Fotografi
  • Komputer
    • Laptop
    • Printer
    • Hardware
    • Software
    • Networking
  • Tutorial

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cara Menonaktifkan Update Sistem Otomatis Windows

21/01/2026

Cara Mengetahui HP Pernah Diservis atau Tidak

20/01/2026

Cara Mengatasi Aplikasi Kamera Tidak Bisa Dibuka

19/01/2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Klinik TeknoKlinik Tekno
  • Elektronik
  • Fintech
  • Gadgets
  • Games
  • Fotografi
  • Komputer
    • Laptop
    • Printer
    • Hardware
    • Software
    • Networking
  • Tutorial
Klinik TeknoKlinik Tekno
Beranda › Software › Cara Menonaktifkan Update Sistem Otomatis Windows
Software

Cara Menonaktifkan Update Sistem Otomatis Windows

By Tyo Pradana6 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Telegram LinkedIn
Cara Menonaktifkan Update Sistem Otomatis Windows
Bagikan
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest Telegram

Cara Menonaktifkan Update Sistem Otomatis Windows – Ada kalanya update bikin pusing koneksi pas-pasan, kuota mepet, driver tiba-tiba konflik, atau kamu lagi butuh stabilitas buat kerjaan penting.

Boleh banget dimatikan sementara asal paham risikonya. Update membawa patch keamanan; kalau kamu mematikannya terlalu lama, perangkat jadi rentan.

Jadi, mainkan kontrol (manajemen) bukan ignor (lupa dan dibiarkan selamanya).

Intinya: kalau tidak terpaksa, lebih baik gunakan mode “Notify/Perbarui Manual” ketimbang “matikan total”.

Topik yang akan dibahas:

  • Ringkasan Cepat: Opsi Paling Aman (Rekomendasi)
  • Metode 1 — Pause Updates via Settings (Paling Cepat & Aman)
  • Windows 10
  • Windows 11
  • Metode 2 — Set Metered Connection (Tunda Mayoritas Unduhan)
  • Metode 3 — Group Policy Editor (Pro/Enterprise/Education)
  • Opsi A — Disable Automatic Updates (Benar-benar Off)
  • Opsi B — Notify for download and auto install (Rekomendasi)
  • Cara Revert
  • Metode 4 — Registry Editor (Home Edition Friendly, Hati-Hati!)
  • Matikan Auto Update Total
  • Mode Notify (Disarankan)
  • Metode 5 — Services (wuauserv) — Cepat tapi Bisa Dipulihkan Sistem
  • Metode 6 — PowerShell (Skrip Sekali Jalan)
  • (Opsional) Task Scheduler: Update Orchestrator
  • Khusus Driver & Defender: Apa yang Tetap Sebaiknya Diupdate
  • Troubleshooting: Update Masih Jalan? Cek Ini
  • Best Practice: Kapan Sebaiknya Update Diaktifkan Lagi
  • Kesimpulan

Ringkasan Cepat: Opsi Paling Aman (Rekomendasi)

  1. Pause Updates (Settings) — tunda update beberapa minggu. Aman, mudah, cepat.

  2. Notify for download (via Group Policy/Registry) — Windows hanya memberi notifikasi; kamu yang klik “Download/Install”.

  3. Metered Connection — menahan unduhan otomatis di belakang layar.

  4. Disable total (Services/Policy) — dipakai kalau kamu benar-benar butuh “freeze”. Jangan lupa nyalakan lagi setelah selesai.

Metode 1 — Pause Updates via Settings (Paling Cepat & Aman)

Windows 10

  1. Settings → Update & Security → Windows Update.

  2. Klik Pause updates for 7 days (bisa diulang beberapa kali) atau buka Advanced options → atur Pause updates sampai tanggal tertentu.

Baca Juga:  Cara Mengatasi BSOD pada Laptop Windows

Windows 11

  1. Settings → Windows Update.

  2. Di bagian atas, pilih Pause for 1 week (bisa ditekan beberapa kali) atau Advanced options → Pause updates → pilih tanggal.

Batalkan Pause: kembali ke Windows Update → klik Resume updates.

Kapan dipakai? Saat butuh jeda cepat tanpa ngoprek sistem. Ini cara paling minim risiko.

Metode 2 — Set Metered Connection (Tunda Mayoritas Unduhan)

Wi-Fi Metered

  1. Settings → Network & Internet → Wi-Fi.

  2. Klik jaringan Wi-Fi aktif → aktifkan Metered connection.

Ethernet Metered

  1. Settings → Network & Internet → Ethernet.

  2. Klik koneksi Ethernet aktif → aktifkan Metered connection.

Efek: Windows menganggap koneksi kamu berbayar/terbatas, sehingga menunda unduhan besar termasuk update. Tidak 100% mematikan, tapi efektif menahan mayoritas update.

Metode 3 — Group Policy Editor (Pro/Enterprise/Education)

Cocok untuk Windows 10/11 Pro/Enterprise/Education. Kalau kamu pakai Home, lompat ke Registry (Metode 4).

Buka Editor:

  • Tekan Win + R, ketik gpedit.msc, Enter.

Jalur kebijakan:

  • Computer Configuration → Administrative Templates → Windows Components → Windows Update → Manage updates offered from Windows Update.

Opsi A — Disable Automatic Updates (Benar-benar Off)

  1. Buka Configure Automatic Updates.

  2. Set ke Disabled → Apply → OK.

  3. Restart PC (disarankan) agar kebijakan nempel penuh.

Opsi B — Notify for download and auto install (Rekomendasi)

  1. Buka Configure Automatic Updates.

  2. Set ke Enabled.

  3. Pada Options, pilih 2 – Notify for download and auto install.

  4. Apply → OK.

Dengan opsi 2, Windows nggak akan auto-download. Kamu bakal dapat notifikasi dulu.

Cara Revert

  • Set Configure Automatic Updates ke Not Configured atau kembalikan ke Enabled dengan opsi default (mis. 3/4), lalu restart.

Baca Juga:  Cara Cek Windows 10 Asli Atau Bajakan

Metode 4 — Registry Editor (Home Edition Friendly, Hati-Hati!)

Peringatan: Salah edit registry bisa bikin sistem bermasalah. Backup dulu: di Registry Editor → File → Export.

Buka Registry:

  • Tekan Win + R, ketik regedit, Enter.

Buat/cek key berikut:

  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\WindowsUpdate\AU

Jika WindowsUpdate atau AU belum ada: klik kanan Windows → New → Key buat WindowsUpdate; lalu di dalamnya buat AU.

Matikan Auto Update Total

  • Buat DWORD (32-bit): NoAutoUpdate → set Value data: 1.

Mode Notify (Disarankan)

  • Buat/ubah DWORD: AUOptions → set Value data: 2 (Notify for download and auto install).

Catatan nilai AUOptions populer:

  • 2 = Notify for download (rekomendasi)

  • 3 = Auto download & notify for install

  • 4 = Auto download & schedule install

  • 5 = Allow local admin to choose

Selesai: tutup Registry → restart.

Undo:

  • Set NoAutoUpdate ke 0 atau hapus.

  • Hapus AUOptions atau set sesuai preferensi.

Metode 5 — Services (wuauserv) — Cepat tapi Bisa Dipulihkan Sistem

Tujuan: mematikan service Windows Update supaya update nggak jalan.

  1. Tekan Win + R, ketik services.msc, Enter.

  2. Cari Windows Update.

  3. Stop service → Startup type ganti ke Disabled → OK.

Catatan penting:

  • Ada service Windows Update Medic Service (WaaSMedicSvc) yang kadang mengaktifkan lagi wuauserv. Secara default, ini nggak bisa di-disable dari Services. Kalau memang perlu sekali, biasanya lewat Registry atau kebijakan lain di atas (Group Policy/Registry) agar lebih konsisten.

Kesimpulan: cara ini cepat, tapi kurang tahan lama jika sistem memaksa aktif lagi. Gunakan bersamaan dengan Policy/Registry bila perlu.

Metode 6 — PowerShell (Skrip Sekali Jalan)

Jalankan PowerShell sebagai Administrator (klik kanan Start → Windows PowerShell (Admin) / Terminal (Admin)).

Baca Juga:  5 Masalah yang Sering Terjadi Saat Update Windows

Matikan:

Stop-Service wuauserv -Force
Set-Service wuauserv -StartupType Disabled
Stop-Service bits -Force
Set-Service bits -StartupType Manual

BITS (Background Intelligent Transfer Service) sering dipakai untuk unduhan update. Mengubahnya ke Manual mengurangi auto-download, tapi jangan dimatikan permanen kalau kamu butuh layanan lain yang memanfaatkannya.

Nyalakan kembali:

Set-Service wuauserv -StartupType Manual
Start-Service wuauserv
Set-Service bits -StartupType Manual
Start-Service bits

Ingin benar-benar terkunci? Kombinasikan dengan Policy mode 2 (Notify) atau NoAutoUpdate=1.

(Opsional) Task Scheduler: Update Orchestrator

Kadang Windows menjadwalkan tugas untuk bangun dan unduh update.

Buka:

  • Tekan Win + R, ketik taskschd.msc, Enter.

Telusuri:

  • Task Scheduler Library → Microsoft → Windows → UpdateOrchestrator.

  • Kamu bisa Disable tugas seperti Schedule Scan, USO_UxBroker, atau Reboot (nama bisa sedikit berbeda antar build).

Efeknya bervariasi per versi Windows. Gunakan ini sebagai pelengkap, bukan satu-satunya cara.

Khusus Driver & Defender: Apa yang Tetap Sebaiknya Diupdate

  • Microsoft Defender (signature/definisi virus) sebaiknya tetap rutin diupdate walau sistem update kamu jeda. Kamu bisa:

    • Buka Windows Security → Virus & threat protection → Check for updates.

  • Driver: lakukan update manual dari situs resmi vendor (NVIDIA/AMD/Intel, produsen laptop). Hindari driver random.

Prinsipnya: keamanan & kompatibilitas perangkat tetap dijaga, meski update sistem kamu tahan.

Troubleshooting: Update Masih Jalan? Cek Ini

  1. Policy vs Settings: Kalau kamu pakai Group Policy Disabled, Settings bisa menampilkan status “managed by your organization”. Itu normal.

  2. Restart setelah ubah Registry/Policy agar kebijakan menempel.

  3. WaaSMedicSvc masih mengganggu? Gunakan Policy mode 2 (Notify) + Pause + Metered agar sistem tidak memaksa.

  4. Metered hanya menahan—bukan mematikan total. Jika masih ada patch kecil lolos, itu wajar.

  5. Antivirus pihak ketiga kadang ikut mengatur pembaruan. Cek pengaturan AV kalau perlu.

Best Practice: Kapan Sebaiknya Update Diaktifkan Lagi

  • Setelah proyek/pekerjaan kritis selesai.

  • Saat ada patch keamanan penting (mis. zero-day).

  • Minimal sebulan sekali cek update secara manual: Settings → Windows Update → Check for updates.

Strategi aman: jalankan Notify mode (Policy 2) harian; kamu tetap pegang kontrol kapan download & instal.

Kesimpulan

Kalau kamu ingin jelas, cepat, dan aman, gunakan urutan ini:

  1. Pause Updates (Settings) → jeda mingguan.

  2. Metered Connection → tahan unduhan gede.

  3. Policy “Notify for download” (gpedit/registry) → kamu yang menentukan kapan download.

  4. Disable total (Services/Policy Disabled) hanya saat benar-benar perlu, dan aktifkan lagi secepatnya.

Dengan kombinasi itu, kamu dapat kontrol penuh atas kapan Windows update, tanpa bikin sistem jadi liar atau nggak aman berkepanjangan. Done.

Update Windows Windows
Share. Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Telegram LinkedIn
Tyo Pradana
  • Website

Keingintahuan adalah sumbu dalam lilin pembelajaran.

Anda mungkin menyukai:

Cara Otomatisasi Laporan Mingguan untuk Klien Pakai Excel

Istilah – Istilah Dasar dalam Dunia AI yang Perlu Diketahui Pelajar

Cara Membuat dan Mengatur Tabel di Microsoft Word

Tips dan Trik Menggunakan Virtual Background di Zoom

Cara Membuat Template Media Sosial dari Canva untuk Promosi Toko Shopify

Cara Menggunakan Magic Resize Canva Desain Multi Platform

Artikel Terbaru

Sejarah Android Lengkap dan Versinya

Pengertian Rinse and Spin pada Mesin Cuci

Apakah Bisa Tarik Tunai LinkAja Tanpa ATM? Begini Caranya!

Cara Setting Smart Door Lock & Kartu Akses Digital

Perbandingan VGA NVIDIA vs AMD untuk Gamer FPS & RPG

Klinik Tekno
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Privacy
© 2026 kliniktekno.com. All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Pemblokir Iklan Terdeteksi!
Pemblokir Iklan Terdeteksi!
Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan pada browser Anda!