Close Menu
Klinik TeknoKlinik Tekno
  • Elektronik
  • Fintech
  • Gadgets
  • Games
  • Fotografi
  • Komputer
    • Laptop
    • Printer
    • Hardware
    • Software
    • Networking
  • Tutorial

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cara Mengatasi Layar Laptop Bergaris atau Berkedip

03/02/2026

Cara Mengatasi Laptop Tidak Bisa Deteksi Flashdisk

02/02/2026

Cara Mengatasi WiFi Laptop Sering Disconnect Sendiri

31/01/2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Klinik TeknoKlinik Tekno
  • Elektronik
  • Fintech
  • Gadgets
  • Games
  • Fotografi
  • Komputer
    • Laptop
    • Printer
    • Hardware
    • Software
    • Networking
  • Tutorial
Klinik TeknoKlinik Tekno
Beranda › Tutorial › Cara Mengatasi Layar Laptop Bergaris atau Berkedip
Tutorial

Cara Mengatasi Layar Laptop Bergaris atau Berkedip

By Tyo Pradana5 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Telegram LinkedIn
Cara Mengatasi Layar Laptop Bergaris atau Berkedip
Bagikan
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest Telegram

Cara Mengatasi Layar Laptop Bergaris atau Berkedip – Kenapa layar bisa bergaris atau berkedip? Layar bergaris (horizontal/vertikal) dan berkedip (flicker) biasanya berasal dari dua dunia software (pengaturan/driver) atau hardware (panel, kabel, atau GPU). Tanda-tandanya:

  • Software: hanya muncul di sistem operasi tertentu, hilang saat screenshot, membaik setelah ganti refresh rate/driver.

  • Hardware: tetap ada sejak awal boot (terlihat di logo BIOS), garis “membekas”, atau posisi garis tidak berubah walau jendela dipindah.

Tujuan kita: menyaring penyebab secara bertahap, dari yang paling mudah dan aman sampai yang butuh pembongkaran.

Jawaban cepat (ringkas):
Cek dulu penyebab paling umum: refresh rate yang salah, driver grafis bermasalah, kabel fleksibel longgar, atau panel LCD rusak. Mulai dari hal mudah ganti refresh rate, update/rollback driver, matikan fitur adaptif, lalu tes di Safe Mode/monitor eksternal. Kalau garis tetap muncul di BIOS atau monitor eksternal, kemungkinan hardware (kabel/panel); saatnya ke service.

Topik yang akan dibahas:

  • Langkah Cepat & Aman (coba dulu)
  • Pemeriksaan Software (lebih lengkap)
  • 1) Kalibrasi Refresh Rate & Mode Warna
  • 2) Update/Install Ulang Driver
  • 3) Nonaktifkan Fitur Hemat Daya Panel
  • 4) Perbarui BIOS/UEFI & Firmware Panel (opsional)
  • Pemeriksaan Hardware (tanpa & dengan bongkar)
  • 1) Tes di BIOS/UEFI
  • 2) Cek Sudut Layar & Engsel
  • 3) Senter Test (untuk backlight)
  • 4) Tindakan Lanjutan (untuk teknisi/berpengalaman)
  • Skenario Khusus & Solusinya
  • Checklist Ringkas (step-by-step)
  • Kapan Harus ke Service?
  • Tips Pencegahan
  • Penutup

Langkah Cepat & Aman (coba dulu)

  1. Atur ulang refresh rate.

    • Windows: Settings → System → Display → Advanced display → Choose a refresh rate. Coba 60 Hz dulu, lalu 120/144 Hz jika panel mendukung. Refresh rate yang tidak cocok sering memicu flicker.

  2. Matikan fitur “variabel” yang bikin adaptif.

    • Nonaktifkan Variable Refresh Rate, Panel Self Refresh, atau Display Power Saving. Ini sering ada di aplikasi grafis pabrikan atau “Graphics Command Center”.

  3. Update atau rollback driver grafis.

    • Terkadang versi baru justru bug, kadang versi lama yang bermasalah. Coba update dulu melalui Device Manager → Display adapters, lalu Rollback kalau gejala muncul setelah update.

    • Untuk grafis terintegrasi/dedicated, sumber drivernya bisa dari Intel, Nvidia, atau AMD (atau dari OEM laptop).

  4. Tes di Safe Mode.

    • Jika flicker hilang di Safe Mode, besar kemungkinan masalah driver/aplikasi pihak ketiga (overlay, screen recorder, dlsb).

  5. Colok ke monitor eksternal.

    • Jika monitor eksternal normal tapi layar laptop bergaris, kemungkinan panel/kabel fleksibel.

    • Jika monitor eksternal ikut bermasalah, curigai driver/GPU.

  6. Matikan aplikasi “overlay”.

    • Aplikasi seperti FPS counter, fitur Game Overlay, screen dimmer, atau tool kalibrasi kadang menimbulkan flicker.

  7. Cek suhu & daya.

    • Mode hemat daya ekstrem bisa menurunkan refresh rate dinamis. Set ke Balanced/High Performance untuk pengujian.

Baca Juga:  Cara Memilih Charger Laptop yang Tepat Sesuai Spesifikasi

Pemeriksaan Software (lebih lengkap)

1) Kalibrasi Refresh Rate & Mode Warna

  • Pastikan resolution sesuai native panel (mis. 1920×1080).

  • Gunakan color profile standar pabrik dulu. Profil ICC yang salah kadang memicu glitch aneh.

2) Update/Install Ulang Driver

  • Hapus driver grafis sampai bersih (gunakan Display Driver Uninstaller/DDU jika perlu), kemudian pasang ulang dari situs resmi OEM atau vendor GPU.

  • Untuk laptop dengan Switchable Graphics (iGPU + dGPU), pastikan keduanya sinkron versinya.

3) Nonaktifkan Fitur Hemat Daya Panel

  • Di software grafis pabrikan (misalnya Intel Graphics Command Center), cari Panel Self Refresh, Enhanced Power Saving, atau VRR—nonaktifkan sementara untuk uji.

4) Perbarui BIOS/UEFI & Firmware Panel (opsional)

  • Jika pabrikan merilis pembaruan yang menyebut “display stability”, pertimbangkan update. Backup dulu dan pastikan baterai cukup.

Pemeriksaan Hardware (tanpa & dengan bongkar)

Catatan keselamatan: Jika laptop masih garansi, sebaiknya klaim garansi. Membongkar sendiri bisa membatalkan garansi.

1) Tes di BIOS/UEFI

Nyalakan laptop dan masuk ke BIOS (biasanya tombol F2/Del/ESC).

  • Garis tetap ada di BIOS? Hampir pasti hardware (panel atau kabel).

  • Garis hanya di Windows? Kemungkinan software.

2) Cek Sudut Layar & Engsel

Saat buka-tutup layar perlahan, garis yang berubah-ubah biasanya karena kabel fleksibel longgar/terjepit di engsel.

3) Senter Test (untuk backlight)

Redup parah + gambar samar saat disenter menandakan backlight/inverter bermasalah (khusus panel lama).

Baca Juga:  Cara Mengatasi BSOD pada Laptop Windows

4) Tindakan Lanjutan (untuk teknisi/berpengalaman)

  • Reseat kabel fleksibel: pastikan konektor di mainboard dan di belakang panel duduk rapat, tidak ada patah/robek.

  • Ganti kabel fleksibel jika ada bekas tekukan/robek.

  • Ganti panel LCD/IPS/OLED jika terdapat retak halus (hairline) atau dead-line permanen.

Skenario Khusus & Solusinya

A. Garis tipis vertikal permanen (1–2 piksel):
Sering akibat kerusakan kolom pada panel. Solusi paling efektif: ganti panel. Perbaikan software hampir tak mempan.

B. Berkedip hanya saat di-charge:
Cek adaptor/power brick. Grounding buruk atau adaptor tidak orisinal bisa memicu interferensi. Coba outlet berbeda atau adaptor resmi.

C. Flicker saat aplikasi tertentu (mis. browser/video meeting):
Matikan hardware acceleration pada aplikasi tersebut. Perbarui juga codec/driver.

D. Kedip saat menurunkan brightness ke sangat rendah:
Beberapa panel memakai PWM agresif. Solusi: naikkan brightness sedikit, atau aktifkan “DC dimming” jika tersedia.

E. Layar seperti “gelombang” saat scroll:
Turunkan/naikkan refresh rate; nonaktifkan VRR; pastikan kabel display internal tidak longgar.

Checklist Ringkas (step-by-step)

  1. Atur resolution + refresh rate ke rekomendasi panel.

  2. Nonaktifkan VRR/Panel Self Refresh/overlay.

  3. Update/rollback driver GPU.

  4. Tes di Safe Mode & monitor eksternal.

  5. Lihat apakah garis muncul di BIOS.

  6. Amati perubahan ketika layar digerakkan (indikasi kabel).

  7. Jika perlu, reseat/ganti kabel fleksibel atau ganti panel.

Kapan Harus ke Service?

  • Garis muncul dari awal boot (bahkan di BIOS).

  • Ada retak halus atau bekas tekanan pada panel.

  • Garis tetap setelah semua langkah software dicoba.

  • Flicker parah saat laptop diposisikan/di-engsel, tanda kabel terjepit.

Baca Juga:  Charger Panas, Laptop Ngelag? Ini 5 Trik Biar Nugas Tetap Lancar

Sampaikan gejala lengkap ke teknisi: sejak kapan muncul, apakah berubah saat buka-tutup layar, hasil tes monitor eksternal, serta versi driver yang sudah dicoba. Ini mempercepat diagnosa dan menekan biaya coba-coba.

Tips Pencegahan

  • Gunakan adaptor orisinal hindari adaptor murah tanpa sertifikasi.

  • Jangan menekan permukaan layar (mis. menutup laptop dengan benda di keyboard).

  • Update driver/BIOS dari kanal resmi.

  • Bersihkan ventilasi agar suhu stabil; panas berlebih bisa mempercepat degradasi komponen.

  • Transportasi aman: gunakan sleeve/rucksack yang empuk agar panel tidak tertekan.

Penutup

Masalah layar bergaris atau berkedip memang bikin tidak nyaman, tapi dengan alur coba-coret di atas kamu bisa cepat memisahkan software vs hardware, lalu mengambil tindakan yang tepat.

Mulai dari pengaturan mudah → driver → Safe Mode → monitor eksternal → cek BIOS. Jika sudah mengarah ke hardware, jangan dipaksa; konsultasikan ke teknisi agar panel dan kabel ditangani dengan benar.

Laptop Layar Laptop
Share. Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Telegram LinkedIn
Tyo Pradana
  • Website

Keingintahuan adalah sumbu dalam lilin pembelajaran.

Anda mungkin menyukai:

Cara Mengatasi Laptop Tidak Bisa Deteksi Flashdisk

Cara Mengatasi WiFi Laptop Sering Disconnect Sendiri

Cara Mengatasi Keyboard Laptop Tidak Berfungsi Sebagian

Cara Mengatasi HP Tidak Bisa Login Google Play Store

Cara Cek Keaslian HP Lewat IMEI Resmi

Cara Mengatasi HP Tidak Bisa Kirim Foto Lewat WhatsApp

Artikel Terbaru

RCCB Listrik: Pengertian, Fungsi, Cara Memilih dan Jenisnya

Rekomendasi Laptop Kerja Kantor Harga Murah

5 Rekomendasi HP Android Ram 8GB

Cara Cek Nomor Token Listrik Yang Sudah Dibeli

10 Penguat Sinyal Wifi Extender Terbaik

Klinik Tekno
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Privacy
© 2026 kliniktekno.com. All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Pemblokir Iklan Terdeteksi!
Pemblokir Iklan Terdeteksi!
Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan pada browser Anda!