Cara Mengatasi Layar Laptop Bergaris atau Berkedip – Kenapa layar bisa bergaris atau berkedip? Layar bergaris (horizontal/vertikal) dan berkedip (flicker) biasanya berasal dari dua dunia software (pengaturan/driver) atau hardware (panel, kabel, atau GPU). Tanda-tandanya:

  • Software: hanya muncul di sistem operasi tertentu, hilang saat screenshot, membaik setelah ganti refresh rate/driver.

  • Hardware: tetap ada sejak awal boot (terlihat di logo BIOS), garis “membekas”, atau posisi garis tidak berubah walau jendela dipindah.

Tujuan kita: menyaring penyebab secara bertahap, dari yang paling mudah dan aman sampai yang butuh pembongkaran.

Jawaban cepat (ringkas):
Cek dulu penyebab paling umum: refresh rate yang salah, driver grafis bermasalah, kabel fleksibel longgar, atau panel LCD rusak. Mulai dari hal mudah ganti refresh rate, update/rollback driver, matikan fitur adaptif, lalu tes di Safe Mode/monitor eksternal. Kalau garis tetap muncul di BIOS atau monitor eksternal, kemungkinan hardware (kabel/panel); saatnya ke service.

Langkah Cepat & Aman (coba dulu)

  1. Atur ulang refresh rate.

    • Windows: Settings → System → Display → Advanced display → Choose a refresh rate. Coba 60 Hz dulu, lalu 120/144 Hz jika panel mendukung. Refresh rate yang tidak cocok sering memicu flicker.

  2. Matikan fitur “variabel” yang bikin adaptif.

    • Nonaktifkan Variable Refresh Rate, Panel Self Refresh, atau Display Power Saving. Ini sering ada di aplikasi grafis pabrikan atau “Graphics Command Center”.

  3. Update atau rollback driver grafis.

    • Terkadang versi baru justru bug, kadang versi lama yang bermasalah. Coba update dulu melalui Device ManagerDisplay adapters, lalu Rollback kalau gejala muncul setelah update.

    • Untuk grafis terintegrasi/dedicated, sumber drivernya bisa dari Intel, Nvidia, atau AMD (atau dari OEM laptop).

  4. Tes di Safe Mode.

    • Jika flicker hilang di Safe Mode, besar kemungkinan masalah driver/aplikasi pihak ketiga (overlay, screen recorder, dlsb).

  5. Colok ke monitor eksternal.

    • Jika monitor eksternal normal tapi layar laptop bergaris, kemungkinan panel/kabel fleksibel.

    • Jika monitor eksternal ikut bermasalah, curigai driver/GPU.

  6. Matikan aplikasi “overlay”.

    • Aplikasi seperti FPS counter, fitur Game Overlay, screen dimmer, atau tool kalibrasi kadang menimbulkan flicker.

  7. Cek suhu & daya.

    • Mode hemat daya ekstrem bisa menurunkan refresh rate dinamis. Set ke Balanced/High Performance untuk pengujian.

Pemeriksaan Software (lebih lengkap)

1) Kalibrasi Refresh Rate & Mode Warna

  • Pastikan resolution sesuai native panel (mis. 1920×1080).

  • Gunakan color profile standar pabrik dulu. Profil ICC yang salah kadang memicu glitch aneh.

2) Update/Install Ulang Driver

  • Hapus driver grafis sampai bersih (gunakan Display Driver Uninstaller/DDU jika perlu), kemudian pasang ulang dari situs resmi OEM atau vendor GPU.

  • Untuk laptop dengan Switchable Graphics (iGPU + dGPU), pastikan keduanya sinkron versinya.

3) Nonaktifkan Fitur Hemat Daya Panel

  • Di software grafis pabrikan (misalnya Intel Graphics Command Center), cari Panel Self Refresh, Enhanced Power Saving, atau VRR—nonaktifkan sementara untuk uji.

4) Perbarui BIOS/UEFI & Firmware Panel (opsional)

  • Jika pabrikan merilis pembaruan yang menyebut “display stability”, pertimbangkan update. Backup dulu dan pastikan baterai cukup.

Pemeriksaan Hardware (tanpa & dengan bongkar)

Catatan keselamatan: Jika laptop masih garansi, sebaiknya klaim garansi. Membongkar sendiri bisa membatalkan garansi.

1) Tes di BIOS/UEFI

Nyalakan laptop dan masuk ke BIOS (biasanya tombol F2/Del/ESC).

  • Garis tetap ada di BIOS? Hampir pasti hardware (panel atau kabel).

  • Garis hanya di Windows? Kemungkinan software.

2) Cek Sudut Layar & Engsel

Saat buka-tutup layar perlahan, garis yang berubah-ubah biasanya karena kabel fleksibel longgar/terjepit di engsel.

3) Senter Test (untuk backlight)

Redup parah + gambar samar saat disenter menandakan backlight/inverter bermasalah (khusus panel lama).

4) Tindakan Lanjutan (untuk teknisi/berpengalaman)

  • Reseat kabel fleksibel: pastikan konektor di mainboard dan di belakang panel duduk rapat, tidak ada patah/robek.

  • Ganti kabel fleksibel jika ada bekas tekukan/robek.

  • Ganti panel LCD/IPS/OLED jika terdapat retak halus (hairline) atau dead-line permanen.

Skenario Khusus & Solusinya

A. Garis tipis vertikal permanen (1–2 piksel):
Sering akibat kerusakan kolom pada panel. Solusi paling efektif: ganti panel. Perbaikan software hampir tak mempan.

B. Berkedip hanya saat di-charge:
Cek adaptor/power brick. Grounding buruk atau adaptor tidak orisinal bisa memicu interferensi. Coba outlet berbeda atau adaptor resmi.

C. Flicker saat aplikasi tertentu (mis. browser/video meeting):
Matikan hardware acceleration pada aplikasi tersebut. Perbarui juga codec/driver.

D. Kedip saat menurunkan brightness ke sangat rendah:
Beberapa panel memakai PWM agresif. Solusi: naikkan brightness sedikit, atau aktifkan “DC dimming” jika tersedia.

E. Layar seperti “gelombang” saat scroll:
Turunkan/naikkan refresh rate; nonaktifkan VRR; pastikan kabel display internal tidak longgar.

Checklist Ringkas (step-by-step)

  1. Atur resolution + refresh rate ke rekomendasi panel.

  2. Nonaktifkan VRR/Panel Self Refresh/overlay.

  3. Update/rollback driver GPU.

  4. Tes di Safe Mode & monitor eksternal.

  5. Lihat apakah garis muncul di BIOS.

  6. Amati perubahan ketika layar digerakkan (indikasi kabel).

  7. Jika perlu, reseat/ganti kabel fleksibel atau ganti panel.

Kapan Harus ke Service?

  • Garis muncul dari awal boot (bahkan di BIOS).

  • Ada retak halus atau bekas tekanan pada panel.

  • Garis tetap setelah semua langkah software dicoba.

  • Flicker parah saat laptop diposisikan/di-engsel, tanda kabel terjepit.

Sampaikan gejala lengkap ke teknisi: sejak kapan muncul, apakah berubah saat buka-tutup layar, hasil tes monitor eksternal, serta versi driver yang sudah dicoba. Ini mempercepat diagnosa dan menekan biaya coba-coba.

Tips Pencegahan

  • Gunakan adaptor orisinal hindari adaptor murah tanpa sertifikasi.

  • Jangan menekan permukaan layar (mis. menutup laptop dengan benda di keyboard).

  • Update driver/BIOS dari kanal resmi.

  • Bersihkan ventilasi agar suhu stabil; panas berlebih bisa mempercepat degradasi komponen.

  • Transportasi aman: gunakan sleeve/rucksack yang empuk agar panel tidak tertekan.

Penutup

Masalah layar bergaris atau berkedip memang bikin tidak nyaman, tapi dengan alur coba-coret di atas kamu bisa cepat memisahkan software vs hardware, lalu mengambil tindakan yang tepat.

Mulai dari pengaturan mudah → driver → Safe Mode → monitor eksternal → cek BIOS. Jika sudah mengarah ke hardware, jangan dipaksa; konsultasikan ke teknisi agar panel dan kabel ditangani dengan benar.

Share.

Keingintahuan adalah sumbu dalam lilin pembelajaran.

Exit mobile version