Cara Menonaktifkan Update Sistem Otomatis Windows – Ada kalanya update bikin pusing koneksi pas-pasan, kuota mepet, driver tiba-tiba konflik, atau kamu lagi butuh stabilitas buat kerjaan penting.

Boleh banget dimatikan sementara asal paham risikonya. Update membawa patch keamanan; kalau kamu mematikannya terlalu lama, perangkat jadi rentan.

Jadi, mainkan kontrol (manajemen) bukan ignor (lupa dan dibiarkan selamanya).

Intinya: kalau tidak terpaksa, lebih baik gunakan mode “Notify/Perbarui Manual” ketimbang “matikan total”.

Ringkasan Cepat: Opsi Paling Aman (Rekomendasi)

  1. Pause Updates (Settings) — tunda update beberapa minggu. Aman, mudah, cepat.

  2. Notify for download (via Group Policy/Registry) — Windows hanya memberi notifikasi; kamu yang klik “Download/Install”.

  3. Metered Connection — menahan unduhan otomatis di belakang layar.

  4. Disable total (Services/Policy) — dipakai kalau kamu benar-benar butuh “freeze”. Jangan lupa nyalakan lagi setelah selesai.

Metode 1 — Pause Updates via Settings (Paling Cepat & Aman)

Windows 10

  1. SettingsUpdate & SecurityWindows Update.

  2. Klik Pause updates for 7 days (bisa diulang beberapa kali) atau buka Advanced options → atur Pause updates sampai tanggal tertentu.

Windows 11

  1. SettingsWindows Update.

  2. Di bagian atas, pilih Pause for 1 week (bisa ditekan beberapa kali) atau Advanced optionsPause updates → pilih tanggal.

Batalkan Pause: kembali ke Windows Update → klik Resume updates.

Kapan dipakai? Saat butuh jeda cepat tanpa ngoprek sistem. Ini cara paling minim risiko.

Metode 2 — Set Metered Connection (Tunda Mayoritas Unduhan)

Wi-Fi Metered

  1. SettingsNetwork & InternetWi-Fi.

  2. Klik jaringan Wi-Fi aktif → aktifkan Metered connection.

Ethernet Metered

  1. SettingsNetwork & InternetEthernet.

  2. Klik koneksi Ethernet aktif → aktifkan Metered connection.

Efek: Windows menganggap koneksi kamu berbayar/terbatas, sehingga menunda unduhan besar termasuk update. Tidak 100% mematikan, tapi efektif menahan mayoritas update.

Metode 3 — Group Policy Editor (Pro/Enterprise/Education)

Cocok untuk Windows 10/11 Pro/Enterprise/Education. Kalau kamu pakai Home, lompat ke Registry (Metode 4).

Buka Editor:

  • Tekan Win + R, ketik gpedit.msc, Enter.

Jalur kebijakan:

  • Computer ConfigurationAdministrative TemplatesWindows ComponentsWindows UpdateManage updates offered from Windows Update.

Opsi A — Disable Automatic Updates (Benar-benar Off)

  1. Buka Configure Automatic Updates.

  2. Set ke DisabledApplyOK.

  3. Restart PC (disarankan) agar kebijakan nempel penuh.

Opsi B — Notify for download and auto install (Rekomendasi)

  1. Buka Configure Automatic Updates.

  2. Set ke Enabled.

  3. Pada Options, pilih 2 – Notify for download and auto install.

  4. Apply → OK.

Dengan opsi 2, Windows nggak akan auto-download. Kamu bakal dapat notifikasi dulu.

Cara Revert

  • Set Configure Automatic Updates ke Not Configured atau kembalikan ke Enabled dengan opsi default (mis. 3/4), lalu restart.

Metode 4 — Registry Editor (Home Edition Friendly, Hati-Hati!)

Peringatan: Salah edit registry bisa bikin sistem bermasalah. Backup dulu: di Registry Editor → File → Export.

Buka Registry:

  • Tekan Win + R, ketik regedit, Enter.

Buat/cek key berikut:

  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\WindowsUpdate\AU

Jika WindowsUpdate atau AU belum ada: klik kanan WindowsNew → Key buat WindowsUpdate; lalu di dalamnya buat AU.

Matikan Auto Update Total

  • Buat DWORD (32-bit): NoAutoUpdate → set Value data: 1.

Mode Notify (Disarankan)

  • Buat/ubah DWORD: AUOptions → set Value data: 2 (Notify for download and auto install).

Catatan nilai AUOptions populer:

  • 2 = Notify for download (rekomendasi)

  • 3 = Auto download & notify for install

  • 4 = Auto download & schedule install

  • 5 = Allow local admin to choose

Selesai: tutup Registry → restart.

Undo:

  • Set NoAutoUpdate ke 0 atau hapus.

  • Hapus AUOptions atau set sesuai preferensi.

Metode 5 — Services (wuauserv) — Cepat tapi Bisa Dipulihkan Sistem

Tujuan: mematikan service Windows Update supaya update nggak jalan.

  1. Tekan Win + R, ketik services.msc, Enter.

  2. Cari Windows Update.

  3. Stop service → Startup type ganti ke DisabledOK.

Catatan penting:

  • Ada service Windows Update Medic Service (WaaSMedicSvc) yang kadang mengaktifkan lagi wuauserv. Secara default, ini nggak bisa di-disable dari Services. Kalau memang perlu sekali, biasanya lewat Registry atau kebijakan lain di atas (Group Policy/Registry) agar lebih konsisten.

Kesimpulan: cara ini cepat, tapi kurang tahan lama jika sistem memaksa aktif lagi. Gunakan bersamaan dengan Policy/Registry bila perlu.

Metode 6 — PowerShell (Skrip Sekali Jalan)

Jalankan PowerShell sebagai Administrator (klik kanan Start → Windows PowerShell (Admin) / Terminal (Admin)).

Matikan:

Stop-Service wuauserv -Force
Set-Service wuauserv -StartupType Disabled
Stop-Service bits -Force
Set-Service bits -StartupType Manual

BITS (Background Intelligent Transfer Service) sering dipakai untuk unduhan update. Mengubahnya ke Manual mengurangi auto-download, tapi jangan dimatikan permanen kalau kamu butuh layanan lain yang memanfaatkannya.

Nyalakan kembali:

Set-Service wuauserv -StartupType Manual
Start-Service wuauserv
Set-Service bits -StartupType Manual
Start-Service bits

Ingin benar-benar terkunci? Kombinasikan dengan Policy mode 2 (Notify) atau NoAutoUpdate=1.

(Opsional) Task Scheduler: Update Orchestrator

Kadang Windows menjadwalkan tugas untuk bangun dan unduh update.

Buka:

  • Tekan Win + R, ketik taskschd.msc, Enter.

Telusuri:

  • Task Scheduler LibraryMicrosoftWindowsUpdateOrchestrator.

  • Kamu bisa Disable tugas seperti Schedule Scan, USO_UxBroker, atau Reboot (nama bisa sedikit berbeda antar build).

Efeknya bervariasi per versi Windows. Gunakan ini sebagai pelengkap, bukan satu-satunya cara.

Khusus Driver & Defender: Apa yang Tetap Sebaiknya Diupdate

  • Microsoft Defender (signature/definisi virus) sebaiknya tetap rutin diupdate walau sistem update kamu jeda. Kamu bisa:

    • Buka Windows SecurityVirus & threat protectionCheck for updates.

  • Driver: lakukan update manual dari situs resmi vendor (NVIDIA/AMD/Intel, produsen laptop). Hindari driver random.

Prinsipnya: keamanan & kompatibilitas perangkat tetap dijaga, meski update sistem kamu tahan.

Troubleshooting: Update Masih Jalan? Cek Ini

  1. Policy vs Settings: Kalau kamu pakai Group Policy Disabled, Settings bisa menampilkan status “managed by your organization”. Itu normal.

  2. Restart setelah ubah Registry/Policy agar kebijakan menempel.

  3. WaaSMedicSvc masih mengganggu? Gunakan Policy mode 2 (Notify) + Pause + Metered agar sistem tidak memaksa.

  4. Metered hanya menahan—bukan mematikan total. Jika masih ada patch kecil lolos, itu wajar.

  5. Antivirus pihak ketiga kadang ikut mengatur pembaruan. Cek pengaturan AV kalau perlu.

Best Practice: Kapan Sebaiknya Update Diaktifkan Lagi

  • Setelah proyek/pekerjaan kritis selesai.

  • Saat ada patch keamanan penting (mis. zero-day).

  • Minimal sebulan sekali cek update secara manual: Settings → Windows Update → Check for updates.

Strategi aman: jalankan Notify mode (Policy 2) harian; kamu tetap pegang kontrol kapan download & instal.

Kesimpulan

Kalau kamu ingin jelas, cepat, dan aman, gunakan urutan ini:

  1. Pause Updates (Settings) → jeda mingguan.

  2. Metered Connection → tahan unduhan gede.

  3. Policy “Notify for download” (gpedit/registry) → kamu yang menentukan kapan download.

  4. Disable total (Services/Policy Disabled) hanya saat benar-benar perlu, dan aktifkan lagi secepatnya.

Dengan kombinasi itu, kamu dapat kontrol penuh atas kapan Windows update, tanpa bikin sistem jadi liar atau nggak aman berkepanjangan. Done.

Share.

Keingintahuan adalah sumbu dalam lilin pembelajaran.

Exit mobile version