Cara Mengetahui HP Pernah Diservis atau Tidak – Mau beli HP bekas atau sekadar memastikan ponsel sendiri belum pernah “dioprek”?
Tenang kamu bisa mendeteksinya tanpa alat khusus. Panduan ini sengaja dibuat ringkas, jelas, dan to the point, tapi tetap lengkap supaya kamu tahu langkah-langkah mana yang penting dan mana yang sekadar pelengkap.
Topik yang akan dibahas:
Kenapa Penting Mengetahui Riwayat Servis HP
Menghindari HP “rekondisi” yang berisiko
HP yang pernah diservis tidak selalu buruk. Masalahnya, beberapa perangkat “rekondisi” digarap asal-asalan: perekat layar murahan, komponen generik, atau bekas air. Hasilnya? Umur pakai pendek, performa naik-turun, dan kadang amanah penjual juga dipertanyakan.
Nilai jual kembali dan klaim garansi
Riwayat servis memengaruhi nilai jual. Selain itu, beberapa pekerjaan servis (apalagi non-resmi) berpotensi menghanguskan garansi. Makin cepat kamu tahu, makin mudah mengambil keputusan.
Cek Fisik Eksterior: Tanda Paling Cepat
Baut/skrups: cat terkelupas, bentuk aus
Lihat baut di sisi bawah atau tray SIM (tergantung model). Bekas obeng (cat mengelupas, kepala baut “dol”) = indikasi pernah dibuka.
Bingkai & bezel: celah tak rata, layar “ngangkat”
Perhatikan celah antara layar dan frame. Jika kiri-kanan tak simetris, ada gap terasa saat diraba, atau layar sedikit “ngangkat”, besar kemungkinan pernah dicopot dan dipasang lagi.
Segel perekat & gasket IP rating
HP tahan air memakai gasket/perekat khusus. Bila terasa tepian tak rapat atau ada sisa lem berantakan, rating tahan air kemungkinan tidak lagi utuh—indikasi pernah dibongkar.
Kamera & speaker: debu, baret, mesh tak rapat
Intip kamera belakang/depan di bawah cahaya terang. Debu di balik lensa hampir pasti tanda bukaan. Grill speaker/mikrofon yang miring atau renggang juga mencurigakan.
Alat bantu sederhana: senter (flash HP lain) + kaca pembesar kecil.
Cek Layar & Sentuhan Secara Teliti
Warna dan brightness tak seragam
Naikkan brightness ke max, tampilkan latar putih/abu. Jika ada noda kekuningan, bleeding, atau sudut tertentu agak redup, bisa jadi layar replacement kualitas biasa.
Dead pixel, shadow, atau burn-in
Tes cepat: buka gambar polos (merah, hijau, biru, hitam, putih). Cari pixel mati, shadow, atau burn-in (hantu ikon). Bukan selalu tanda servis, tapi sering muncul setelah ganti panel atau pakai panel non-OEM.
Sensitivitas sentuh & ghost touch
Geser cepat di tepi layar dan ketik cepat di keyboard. Bila ghost touch atau area mati, bisa akibat pemasangan panel kurang presisi atau fleksibel (flex cable) tidak terpasang “klik”.
Cek Tombol, Port, dan Getar
Tombol volume/power terlalu “empuk” atau seret
Feel tombol bawaan biasanya konsisten. Kalau terlalu empuk, seret, atau bunyinya aneh, mungkin pernah dilepas-pasang atau diganti.
Port USB/Lightning longgar, goyang, atau karatan
Colok-kabut kabel. Kalau longgar atau perlu posisi “diakalin”, port bisa pernah diperbaiki. Karat di dalam port sering terkait kerusakan air dan servis.
Motor getar bunyi tak normal
Getar bawaan halus. Jika berdengung keras atau ceklek, kemungkinan pernah copot/pasang atau diganti.
Cek Melalui IMEI/Serial & Garansi Resmi
Dial cepat #06# untuk IMEI
Tampilkan IMEI, lalu cocokkan dengan:
-
Stiker di dus
-
Bagian bodi (beberapa model)
-
Pengaturan > Tentang Ponsel (About)
Bila tak cocok, bisa jadi mainboard pernah diganti, atau dus bukan pasangan asli.
Cek status garansi di situs resmi brand
Masuk ke halaman pengecekan garansi brand, masukkan IMEI atau serial. Hasilnya menunjukan masih garansi atau tidak. Jika baru dibeli tapi garansi sudah berjalan lama, tanya lebih jauh.
Cocokkan IMEI di dus, bodi, dan sistem
Tiga-tiganya harus sinkron. Ketidakcocokan adalah red flag yang wajib diselidiki.
iPhone: “Parts & Service History” (iOS 15.2+)
Lokasi menu & arti label “Genuine” / “Unknown Part”
Buka Pengaturan > Umum > Mengenai (About). Pada iPhone tertentu (XR ke atas; lebih lengkap di model terbaru), ada bagian Parts & Service History.
-
Genuine Apple Part: komponen pengganti asli & tervalidasi.
-
Unknown Part: part tidak diketahui atau pemasangan tidak tervalidasi—indikasi pernah diservis di luar jaringan resmi atau pakai part non-genuine.
Komponen yang bisa terdeteksi (layar, baterai, kamera)
iOS menampilkan informasi untuk layar, baterai, kamera (tergantung model). Kalau tercatat pernah diganti, berarti HP memang pernah masuk servis/perbaikan komponen.
Bonus: Di iPhone seri terbaru (iOS modern), kamu juga bisa melihat Cycle Count baterai di Pengaturan > Baterai > Kesehatan Baterai (tergantung seri). Cycle tinggi pada usia pemakaian pendek = patut dicurigai baterai sudah diganti.
Samsung: Download Mode & KNOX Warranty Void
Arti 0x0 vs 0x1 (indikasi modifikasi)
Masuk Download Mode (kombinasi tombol berbeda tiap model; cari yang sesuai). Lihat KNOX Warranty Void:
-
0x0: belum terdeteksi modifikasi (garansi KNOX masih utuh).
-
0x1: pernah dimodifikasi (root/bootloader/ROM). Ini bukan bukti servis fisik, tapi indikasi perbaikan atau oprek yang bisa terkait bongkar-pasang.
Service menu dasar untuk tes komponen
Samsung punya kode tertentu (contoh populer: *#0*# di beberapa model) untuk mengetes layar, speaker, kamera, sensor. Hasil anomali bisa mengarah ke komponen pengganti.
Catatan: Kode bisa berbeda-beda atau dinonaktifkan pada beberapa seri/operator/versi software.
Xiaomi/OPPO/vivo dan Lainnya: Kode Diagnostik Umum
##4636## untuk info dasar
Banyak Android mendukung kode *#*#4636#*#* untuk info telepon dasar (statistik penggunaan, info jaringan). Tidak langsung menunjukan “pernah diservis”, tapi membantu mendeteksi keanehan.
(Tertentu) ##6485## untuk kesehatan baterai
Di sebagian Xiaomi, kode ini menampilkan informasi baterai (termasuk siklus). Jika cycle count tak masuk akal dengan umur HP, baterai boleh jadi replacement.
Catatan: tidak semua tipe mendukung
Vendor sering menonaktifkan kode. Jangan bergantung pada satu kode; pakai gabungan metode fisik + software.
Tanda Komponen Pernah Diganti
Baterai: cycle count tinggi pada usia pakai singkat
Baterai baru mestinya cycle rendah. Cycle tinggi pada HP yang baru beberapa bulan dipakai = mencurigakan. Baterai replacement murah juga kadang bikin drop persentase tak normal.
Kamera: fokus lambat, ada debu di dalam lensa
Kamera yang pernah dicopot rawan debuan di balik lensa atau kemampuan fokus plin-plan. Cek juga stabilisasi (OIS) dengan merekam video sambil berjalan: goyang berlebihan bisa tanda masalah pemasangan.
Speaker/mikrofon: suara serak/pecah
Komponen audio pengganti kadang suara lebih tipis atau pecah di volume tinggi. Tes panggilan, perekam suara, dan pemutar musik.
Performa & Stabilitas Sistem
Crash, restart sendiri, panas tak wajar
HP yang pernah diganti mainboard atau flex kurang pas dapat memicu crash, random restart, atau overheat. Cek dengan:
-
Uji main app (kamera, perekam, musik, browser)
-
Mainkan video 10–15 menit dan rasakan suhu
-
Jalankan game ringan 5–10 menit (lihat stabilitas)
Sensor tidak konsisten (gyroscope, proximity)
Sensor proximity bermasalah membuat layar tak mati saat telepon menempel di telinga. Gyro/kompas error bikin peta goyang atau arah tak akurat. Ini bisa efek samping servis kurang presisi.
Dokumen & Bukti Riwayat Servis
Nota servis, email, tiket perbaikan
Mintalah bukti tertulis: nota servis, email, nomor tiket. Ini paling tegas menyatakan HP pernah diperbaiki. Cek tanggal, suku cadang, dan lokasi servis.
Mintalah riwayat di service center resmi (bawa bukti kepemilikan)
Sebagian pusat servis bersedia mengecek riwayat perbaikan berdasarkan IMEI/serial, asalkan kamu bisa menunjukan bukti kepemilikan yang sah. Hasilnya lebih valid daripada tebak-tebakan.
Cek Aplikasi & Sistem
Status bootloader (Android): terkunci vs terbuka
Buka Opsi Pengembang (ketuk “Nomor Bentukan”/Build Number 7x), lalu cek OEM unlocking atau pakai perintah fastboot (kalau kamu paham). Bootloader terbuka sering terkait modifikasi (ROM/root) yang bisa disertai bongkar-pasang.
Versi baseband/firmware yang aneh
Firmware tidak resmi atau versi yang tak lazim untuk wilayahmu dapat menandakan perangkat pernah dioprek. Ini tidak otomatis berarti servis hardware, tapi patut jadi alarm.
Red Flag vs Normal Wear
Tanda wajar pemakaian normal
-
Lecet halus di sudut frame
-
Gores ringan di back cover
-
Baret tipis di port karena sering colok
Tanda kuat HP pernah dibongkar/diservis
-
Kepala baut aus, warna cat terkelupas
-
Celah bezel tak rata, layar sedikit “ngangkat”
-
Perekat berantakan, gasket tidak rapi
-
Debu di balik lensa, mesh speaker miring
-
Parts & Service History (iPhone) menandai komponen diganti
-
KNOX 0x1 (Samsung) atau bootloader unlock (Android)
-
IMEI tidak cocok antara dus, bodi, dan sistem
-
Cycle baterai tak masuk akal untuk usia pakai
Tips Saat Beli HP Bekas
Sesi tes di tempat & perjanjian garansi personal
-
Tes di tempat dengan checklist 5 menit di atas.
-
Minta nota servis atau bukti perbaikan kalau diakui pernah diperbaiki.
-
Buat garansi personal 3–7 hari (tulis tangan pun jadi) untuk menekan risiko masalah tersembunyi.
-
Hindari transaksi terlalu murah yang tidak wajar; biasanya ada “cerita” di baliknya.
Kesimpulan
Mengetahui apakah HP pernah diservis bisa dilakukan sendiri dengan gabungan cek fisik detail, uji fungsi, dan verifikasi software/garansi.
Fokus pada tanda-tanda kunci: baut & bezel, kebersihan modul kamera, riwayat komponen (iPhone), indikator modifikasi (Samsung/Android), serta kecocokan IMEI.
Kalau beberapa indikator mengarah ke servis, minta bukti tertulis atau cek di service center resmi. Dengan langkah-langkah di atas, kamu tidak perlu menebak datanya yang bicara.



